Skip to content Skip to sidebar Skip to footer
Gus Dur Mania

Kebaikan Muslim

 




Bagaimana agar setiap muslim mampu menjadi muslim yang benar-benar muslim--muslim yang sebenarnya, muslim yang bukan saja sekedar label, muslim yang bukan sekedar identitas, muslim yang bukan sekedar label, identitas; mengklaim dirinya paling agamis sehingga dengan mudahnya menghukum orang lain yang berbeda darinya. Baik berbeda keyakinan, ajaran, maupun pandangan. 

Muslim yang baik, bukan sekedar label, melainkan mampu menunjukkan; mewujudkan label yang sebenarnya sebagai muslim. Muslim yang baik, bukan sekedar identitas, melainkan mampu menunjukkan; mewujudkan identitas yang sebenarnya sebagai muslim. Muslim yang baik, bukan sekedar semuanya harus serba agamis, melainkan mampu menunjukkan; mewujudkan agama yang sebenarnya dengan tuntutan agamis. Muslim yang baik, bukan sekedar label, identitas, dan seluruh perilaku atau sikap mesti semuanya serba agamis. 


Kemudian agar mampu menjadi muslim yang benar-benar baik--muslim yang baik dengan sebenarnya-benarnya sebagaimana; sesuai dengan tuntutan yang ada di dalam ajarannya. 

Agar menjadi muslim yang benar-benar baik--muslim yang baik dengan sebenar-benarnya memang sulit dan tidaklah mudah, butuh proses yang sangat panjang, proses lama yang bisa memakan waktu panjang, bahkan sampai seumur hidup. Seperti mungkin yang telah disebutkan; dipelajari di dalam pelajaran yang paling dasar atau paling awal oleh seorang penuntut ilmu atau pelajar. Sebab bagi seorang muslim sebagaimana dalam ajarannya disebutkan bahwa dalam belajar harus mampu dan terus-menerus mengisi waktunya dengan belajar; jangan pernah berhenti belajar. Belajar tidak menuntut usia, tidak ada batasan usia dalam belajar, usia tidak bisa menjadi alasan untuk berhenti belajar. 

Kebanyakan dari seorang muslim tidak mampu; belum bisa menjadi muslim yang baik; benar adalah disebabkan pemahaman tentang Islam yang dipahaminya tidak bisa dipahami dengan benar-benar benar, akhirnya yang terjadi dan ditimbulkan adalah kesalahpahaman; kerancuan antara pemahaman-pemahaman yang tidak dipahaminya bahkan berbeda darinya.

Seandainya jika mau dipikirkan dengan pikiran jernih, coba lihatlah negara-negara di timur tengah yang notabenenya muslim bahkan hampir seluruhnya muslim; menjadi mayoritas di setiap negaranya. 

Tetapi yang terjadi adalah mereka yang melabeli, mengatasnamakan; beridentitas muslim saling ricuh, saling rusuh, saling bertikai antara sesama muslim bahkan ada juga yang saling membantai saudara muslimnya di sana. Padahal mereka sesama muslim, sama-sama muslim, sama-sama islamnya, tetapi kenapa mereka saling menyerang antara sesama saudaranya. 


Kebaikan seorang muslim agar bisa menjadi muslim yang berperadaban, berilmu, intelektual dalam membangun peradaban-peradaban baru yang membawa kemajuan; kemaslahatan; kesejahteraan dalam islam bukan terletak pada kulit ataupun kemasan, melainkan dilihat dan terlihat dari isi dan substansi yang ada padanya. Sebab di dalam ajaran Islam akan selalu ada peradaban-peradaban baru yang muncul dan mampu menjadi pembaharu dalam menghadapi setiap zamannya yang baru. 

Seperti yang disebutkan dalam sebuah hadits bahwa kebaikan seorang muslim tergantung dari bagaimana dia memandang; menghadapi; menjalankan kehidupannya. Dalam menjalankan; menghadapi apapun dalam hidup dan kehidupannya, seorang muslim mampu menempatkan dirinya dalam segala hal apapun yang bisa diambil manfaatnya, dimanfaatkan dengan benar, dengan sebaik mungkin untuk kemaslahatan dirinya dan sesamanya. Juga tidak membuang-buang waktu untuk sesuatu apapun yang dinilai tidak berfaedah bagi dirinya. Itulah kebaikan seorang muslim menurut Rasulullah SAW. 







































Post a Comment for "Kebaikan Muslim"